Saturday, June 11, 2016

Daging sapi beku rugikan pedagang tradisional

Bola125 : Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan menjual daging sapi beku akan merugikan pedagang tradisional yang tidak memiliki lemari pendingin.
"Pedagang tradisional tidak memiliki lemari pendingin untuk menyimpan daging sapi beku. Bila dijual secara terbuka, daging hanya tahan maksimal tiga jam," kata Tulus seperti ditulis Antara, Sabtu (11/6).
Menurut Tulus, bila dibiarkan di udara terbuka selama tiga jam, daging beku akan mencair dan merusak kualitas daging. Hal itu akan merugikan pedagang karena konsumen tidak mau membeli daging kualitas buruk.
Harga daging sapi segar yang cukup tinggi, hingga mencapai Rp 120.000 per kilogram mendorong masyarakat untuk beralih ke daging beku. Pemerintah telah berupaya menekan harga daging sapi, salah satunya dengan rencana mengimpor dari Australia, Selandia Baru dan India.
Tulus mengatakan, impor daging sapi memang merupakan salah satu solusi paling praktis untuk menurunkan harga dalam jangka pendek. Konsumen memerlukan kepastian harga daging yang lebih terjangkau.
Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menargetkan agar harga daging sapi bisa mencapai Rp 80.000 per kilogram, salah satunya dengan membuka keran impor.
"Untuk jangka waktu yang sangat pendek, jelas yang akan diimpor adalah daging sapi beku. Impor sapi bakalan memerlukan waktu tiga bulan hingga empat bulan untuk dipotong," tuturnya.
Posted by : www.bola125.net                                                      www.lazadapoker.net

0 comments:

Post a Comment

Alasan Polisi Menahan Jonru

Agen IDN Sport - Pada hari Sabtu 30/9/2017 penulis Jonru Ginting di tahan di Mapolda Metro Jaya setelah di periksa sebagai tersangka . ...