Monday, June 13, 2016

Sering Dipukuli, Mantan Istri Sebut Omar Mateen Sakit Jiwa

Bola125 : Sebanyak 50 nyawa melayang saat Omar Mateen menembak membabi-buta di sebuah klub malam khusus gay di Orlando, Florida Amerika Serikat pada Minggu, 12 Juni waktu setempat. Mantan istri Mateen, Sitora Yusifiy mengungkapkan, pria berumur 29 tahun itu memiliki masalah kejiwaan dan sering memukulinya, bahkan pernah menjauhkannya dari keluarganya.

"Awalnya dia pria normal yang perhatian pada keluarga, suka bercanda," tutur Yusifiy mengenai Mateen, yang dikenalnya lewat internet. Mateen menikahi Yusifiy pada tahun 2009 dan pernikahan itu hanya berlangsung selama empat bulan, setelah keluarga Yusifiy datang untuk menyelamatkan wanita itu dari 'sekapan' suaminya.

"Beberapa bulan setelah kami menikah, saya melihat ketidakstabilannya, saya melihat dia berkepribadian ganda, dan dia akan marah kepada saya di mana saja, dan saat itulah saya mulai khawatir akan keselamatan saya," ujar wanita itu seperti dilansir The Guardian, Senin (13/6/2016).

"Kemudian setelah beberapa bulan, dia mulai menyiksa saya secara fisik, sangat sering, dan tidak membolehkan saya bicara dengan keluarga saya, dan menjauhkan saya dari mereka," tuturnya. "Dia akan pulang ke rumah dan memukuli saya hanya karena cucian belum beres atau hal-hal seperti itu," ungkapnya.

Menurut Yusifiy, keluarganya datang untuk menyelamatkannya dari Mateen "dan harus menarik saya dari tangannya". 

Yusifiy mengatakan, dirinya melihat tanda-tanda "ketidakstabilan emosional" pada mantan suaminya itu. "Dia tidak stabil secara mental dan sakit jiwa dan jelas sekali sangat terganggu dan mengalami trauma," tutur wanita itu.

Menurut Yusifiy, mantan suaminya yang kerap berfoto dengan menggunakan baju kepolisian New York (NYPD) itu, berkeinginan menjadi polisi. Dia berteman dengan beberapa polisi dan pernah bekerja di sebuah penjara khusus anak-anak.

Mateen tewas dalam baku tembak dengan polisi usai melancarkan aksi penembakannya di sebuah klub malam khusus gay di Orlando pada Minggu (12/6) dini hari waktu setempat. Peristiwa ini disebut sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah AS. Presiden AS Barack Obama menyebut aksi penembakan ini sebagai teror.

"Kita sekarang cukup untuk menyatakan ini sebagai aksi teror dan aksi kebencian," kata Obama dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Minggu sore waktu setempat dan dikutip detikcom dari CNN Senin (13/6/2016).

"Ini merupakan hari menyedihkan untuk kawan-kawan kita yang LGBT," ucap Obama.

"Ini adalah peringatan serius yang menyerang orang Amerika mana pun, terutama ras, etnik, agama atau orientasi seksual adalah sebuah serangan kepada kita semua dan kepada nilai fundamental kesetaraan dan martabat yang membuat kita bernegara. Tak ada serangan ataupun kebencian yang akan mengubah siapa kita atau nilai-nilai yang membuat kita sebagai bangsa Amerika," tegas Obama.

Posted by : www.bola125.net                                                             www.lazadapoker.net

0 comments:

Post a Comment

Alasan Polisi Menahan Jonru

Agen IDN Sport - Pada hari Sabtu 30/9/2017 penulis Jonru Ginting di tahan di Mapolda Metro Jaya setelah di periksa sebagai tersangka . ...