"Pemakaian spanduk semata-mata untuk menjadi penanda dan kenang-kenangan untuk peserta wisata Jepang, dengan menggunakan baju tenun dan dalam pose yang masih dalam batas kewajaran, tidak dalam konteks kegenit-genitan," kata Wakil Ketua PIA DPR tersebut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/4).
Grace mengakui bahwa tujuan wisata ke Jepang merupakan liburan semata. Dia sebagai koordinator perjalanan tersebut. "Untuk menambah keakraban, kekompakkan dan kebersamaan Ibu-Ibu PIA DPR RI yang anggotanya berasal dari 10 fraksi di DPR RI," ujarnya.
Selain itu menurut Grace, wisata ke Tokyo, Jepang tersebut menggunakan biaya sendiri. Tidak ada keterlibatan uang negara. "Menggunakan bantuan travel untuk menekan biaya dan selama pelaksanaannya tidak mendapat bantuan atau fasilitas apapun dari KBRI di Jepang," tuturnya.
Menurutnya peserta yang ikut dalam wisata Jepang ini berasal dari lintas fraksi di DPR RI. Namun Ketua PIA DPR RI yang juga istri Ade, Netty Marliza berhalangan untuk ikut dalam wisata Jepang ini.
"Seluruh jadwal wisata diatur sendiri oleh PIA DPR RI dalam taraf sangat wajar, tidak bermewah-mewahan, menggunakan hotel bintang 3, menggunakan baju tenun dan baju batik yang sopan, sekali lagi tidak mendapat bantuan atau fasilitas apapun dari KBRI Jepang, sehingga kami berpendapat wisata Jepang ini tidak ada yang keliru dan tidak ada salahnya selayaknya dilakukan tour-tour pada umumnya," bebernya.
Seperti diketahui sebelumnya, beberapa istri anggota DPR melakukan Tokyo Tour melalui Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR periode 2014-2019. Mereka liburan Tokyo Tour ke Osaka, Kyoto, Tokyo pada 30 Maret hingga 7 April 2016. Ketua DPR Ade Komarudin menilai para istri berpenampilan modis tersebut genit.
"Mereka hanya keliru bisa dibilang genit lah menggunakan spanduk PIA padahal tidak dalam rangka PIA," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4).
Posted by : www.Bola125.com








0 comments:
Post a Comment